Kegiatan Penegakkan PERDA

Penertiban / Pembongkaran Warung Yang Terindikasi Melanggar PERDA
26-10-202118:46:40 Kegiatan Penegakkan PERDA Tim Komunikasi Media
Selasa, 26 Oktober 2021. Dinas SATPOLPP Kota Cilegon beserta SATPOLPP Provinsi Banten, unsur TNI/POLRI (KODIM 0623, POMAL BANTEN, dan Tim JAWARA POLRE

Selasa, 26 Oktober 2021. Dinas SATPOLPP Kota Cilegon beserta SATPOLPP Provinsi Banten, unsur TNI/POLRI (KODIM 0623, POMAL BANTEN, dan Tim JAWARA POLRES CILEGON) melakukan Penertiban/Pembongkaran Warung di sekitaran Jalur Lingkar Selatan (JLS) yang terindikasi melakukan pelanggaran PERDA Kota Cilegon No.5 Tahun 2001 tentang Pelanggaran Kesusilaan, Minuman Keras, Perjudian, Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya, dan PERDA Kota Cilegon No.5 Tahun 2003 tentang ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3) di Wilayah Kota Cilegon.

Penertiban/Pembongkaran Warung tersebut dilandasi juga oleh keluhan masyarakat sekitar JLS yang sudah sering kali diadukan oleh beberapa LSM seperti Gerakan Bersama Anti Kemaksiatan (GEBRAK) dan Aliansi dari Mahasiswa, Gerakan Mahasiswa Pejuang Rakyat (GEMPAR) dan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Hearing/Dengar pendapat dengan Komisi I, II, dan IV di DPRD Kota Cilegon awal Juli lalu yang menuntut penumpasan kemaksiatan di Cilegon khususnya penindakan dengan segera terhadap “warung remang-remang (Warem)” yang ada di wilayah sekitar JLS.

Di pimpin oleh Kepala Bidang Penegakkan Perundang-undangan, Sofan Maksudi S.Sos dan juga di tinjau oleh KaSATPOLPP Kota Cilegon H. Juhadi M. Syukur,ST,MM. Kegiatan Pembongkaran tersebut diwarnai oleh aksi protes oleh pemilik Warung. KaSATPOLPP Kota Cilegon menegaskan bahwa sesungguhnya SATPOLPP sudah sering melakukan tindakan dialogis dan persuasif, namun kali ini adalah upaya eksekusi karena adanya temuan-temuan (red:pelanggaran) dalam pengawasan SATPOLPP. Dan pembongkaran warung di JLS hanyalah pada warung/kios yang terindikasi melakukan pelanggaran saja bukan keseluruhan pedagang.  “Silahkan laporkan saja ke Polisi atau ke Pengadilan jika kami melakukan tindakan di luar hukum, saya siap dilaporkan/diadukan untuk pembongkaran yang tidak bertanggungjawab. Kita mempunyai bukti-bukti atas pelanggaran.” tegas Juhadi.

Kegiatan tersebut membongkar sekitar dua belas kios yang terindikasi melakukan pelanggaran PERDA, ditemukan pula 2 botol bir masih penuh dan tertutup, dan tidak ada warga yang terdampak dari penertiban tersebut.